Posts

Showing posts from August, 2026

Pendidikan Berteraskan Nilai (VBE): Mengekang Reduksionisme Melalui Prinsip Desilo

Kelompongan dalam pelaksanaan pendidikan berasaskan hasil atau Outcome-Based Education (OBE) semakin disedari dengan munculnya gagasan baharu dalam landskap pendidikan tinggi Malaysia, antaranya langkah Malaysian Qualifications Agency (MQA) memperkenalkan Pendidikan Berteraskan Nilai atau Values-Based Education (VBE). Usaha ini merupakan perkembangan positif dalam menangani kelompongan OBE, khususnya dalam pembentukan nilai, etika dan pertimbangan moral. Namun, artikel ini berhujah bahawa kelompongan tersebut bukan sekadar ketiadaan satu komponen bernama “nilai”, tetapi simptom kepada masalah epistemologi yang lebih mendasar, iaitu paradigma reduksionisme yang memecahkan pembangunan insan kepada domain, hasil, kompetensi dan indikator yang terpisah. Dengan menggunakan Prinsip Desilo sebagai kerangka analisis, artikel ini meneliti VBE sebagai suatu usaha penyahsiloisasian, di samping mengenal pasti risiko nilai kembali direduksi apabila dioperasikan melalui pemetaan, matriks, rubrik da...

RESPONSE: THE DESILO PRINCIPLES ON ARCHITECTURE PRACTICE AND EDUCATION

Image
After uploading The Desilo Principles: Manifesto Version 1.0 to Zenodo, ( link here ) I shared the PDF with several friends and colleagues, inviting them to evaluate the relevance and approriateness of the principles within their respective fields of expertise. Yesterday, I received a thoughtful review from my good friend, Ar. Lok Wooi Kuang , an architect and architectural educator whom I have known for many years. With his kind permission, I am pleased to share his reflections here. His review illustrates how the Desilo Principles can be applied as an epistemological framework across different disciplines and contemporary issues. He also offers several constructive suggestions for strengthening and enriching the framework, particularly in relation to architectural practice and architectural education. Thank you Ar Wooi Lok Kuang for such a constructive feedback. The followings are his response, verbatim: ---------------------------------------------------- Feedback on The Desilo Pri...

Kita Menolak Sekularisme, Tetapi Menghidupkannya Setiap Hari

 Hari ini dunia semakin menyedari bahawa manusia sedang mengalami satu keretakan yang besar. Di satu pihak, kita mencapai kemajuan material yang belum pernah berlaku sebelum ini. Teknologi semakin canggih, sistem semakin pantas, pengeluaran semakin besar, data semakin banyak dan organisasi semakin tersusun. Keupayaan manusia untuk mengawal alam, mengurus masyarakat dan mempercepatkan kehidupan meningkat secara luar biasa. Namun pada masa yang sama, manusia semakin keliru tentang tujuan hidup. Kita tahu bagaimana hendak menghasilkan lebih banyak, tetapi tidak lagi pasti untuk apa. Kita tahu bagaimana hendak mengukur hampir segala-galanya, tetapi semakin tidak pasti apakah yang benar-benar bernilai. Kita tahu bagaimana hendak mempercepatkan kehidupan, tetapi tidak tahu ke mana sebenarnya kita sedang menuju. Di sinilah muncul jurang antara kemajuan material dengan kerancuan makna. Dari segi falsafah, pertarungan tentang hal ini bukanlah sesuatu yang baharu. Selepas Enlightenment, se...